Cara Mengobati Diare Dalam Islam Secara Alami dan Herbal Traditional

cara mengobati diare dalam islam CARA MENGOBATI DIARE DALAM ISLAM | TIPS MENGATASI DIARE TANPA OBAT | CARA MENGOBATI DIARE PADA ANAK ANAK | CARA MENGATASI DIARE PADA BALITA | CARA MENGOBATI DIARE PADA BAYI – IBU HAMIL DAN MENYUSUI ATAUPUN ORANG DEWASA, JUAL OBAT DIARE AMPUH, JUAL OBAT HERBAL DIARE, CARA MENGOBATI ANAK MENCRET MUNTABER, BAGAIMANA MENYEMBUHKAN DIARE YANG TAK KUNJUNG SEMBUH, RESEP AMPUH MENGATASI DIARE LANGSUNG TUNTAS DAN AMPUH, RESEP ALAMI PENGOBATAN DIARE, PENGOBATAN TRADITIONAL SAKIT DIARE MENCRET MENCRET, APA SAJA PENYEBAB SAKIT DIARE MENCRET MENCRET MUNTAH. PENGOBATAN DIARE ALA RASULALLAH, PENGOBATAN DIARE DENGAN THIBBUN NABAWI BEKAM HERBAL RUQYAH DAN ALQURAN, PETUNJUK NABI DALAM MENGOBATI DIARE MENCRET SAKIT PERUT MUNTAH PADA ANAK BAYI BALITA IBU HAMIL MENYUSUI.

CARA MENGOBATI DIARE DALAM ISLAM = Allah Suka yang Bersih


kali ini kami mengangkat masalah penya­kit diare, tentunya berkaitan erat dengan kebersihan badani, terutama bagian tangan. Terkadang kita lupa ketika hendak memasukkan makanan ke dalam mulut, tangan ini tidak dicuci terlebih dahulu.

ALLOH BERFIRMAN :

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang yang senantiasa mensucikan diri (Albaqoroh : 222)”

ayat ini menjelaskan bahwa pentingnya se­tiap mukmin senan­tiasa menjaga kebersihan. Memang ayat ini secara khusus adalah membahas masalah haid. Namun di akhir ayat secara umum dijelaskan bahwa Allah lebih menyukai orang-orang yang selalu men­jaga kesucian rohani dengan bertobat dan kesucian badani dengan thaharah.

Padahal tangan ini adalah organ tubuh yang paling aktif melakukan tugas eksternal, antara lain bersalaman, memegang uang, dan benda- benda lainnya yang menjadi fasilitas umum. Sehingga dengan demikian setiap orang yang lalai mencuci tangannya ketika hendak makan, sangat rentan terkena penyakit, antara lain penyakit diare (Mencret), keracunan, tifus, dan lain sebagainya akibat pola makan yang tidak teratur dan tidak higienis, itu jika ditinjau dari pandangan medis.

Kemudian hal kedua yang tidak kalah pentingnya dan sering terlupakan oleh kebanyakan orang, ketika hendak memasukan makanan ke dalam mulutnya lupa berdo’a, atau setidaknya membaca basmallah.

Setiap mukmin pasti memahami bahwa yang memberi sakit dan sehat, keselamatan dan kemudharatan adalah Allah SWT.  Kita sering melihat dan mendengar berita dari televisi banyak kasus keracunan makanan, baik itu buruh pabrik, anak-anak sekolah, atau pesta pernikahan yang terjadi pada masyarakat umum.

 

Atau kasus besar yang menewakan seorang tokoh hak asasi manusia, Munir yang tewas seketika akibat keracunan arsenik yang terdapat pada makanan ketika beliau berada di dalam pesawat dari Singapore menuju Amsterdam. Terlepas dari catatan takdir Allah SWT yang ada di lauhil mahfudz, tentu setiap kita harus menyadari kalau dirinya adalah lemah dan selalu membutuhkan perlindungan dari Allah SWT semata.

Membaca basmallah dalam memulai segala aktivitas adalah sesuatu yang sederhana, namun mempunyai dampak yang luar biasa buat seorang mukmin, termasuk diantaranya ketika hendak memulai makan. Ketahuilah bahwa segala sesuatu, baik yang ada di langit dan di bumi semuanya tunduk pada kekuasaan Allah SWT.

Dengan demikian seyogianya lah kita senantiasa memohon perlindungan dari- Nya, agar terselamatkan dari segala macam penyakit dan mara bahaya. Renungkanlah Qs. Al Baqarah ; 186 yang artinya: “Aku akan selalu mengabulkan do’a setiap hamba-Ku, jika mereka berdo’a kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran *. Wallohualam bissowab 

Cara Mengobati Diare Dalam Islam Jual Obat Herbal Diare Anak Surabaya – sidoarjo – Gresik – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Jual Obat Herbal Diare Anak Lamongan – Tuban – Malang – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Jual Obat Herbal Diare Anak Pasuruan – Bangkalan – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Jual Obat Herbal Diare Anak Banyuwangi – Blitar – Bojonegoro – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Jual Obat Herbal Diare Anak Bondowoso – Jember – Jombang – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Jual Obat Herbal Diare Anak Kediri – Lumajang – Madiun – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Jual Obat Herbal Diare Anak Magetan – Caruban – Ngawi – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Jual Obat Herbal Diare Anak Nganjuk – Pacitan – Pamekasan – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Jual Obat Herbal Diare Anak Ponorogo – Probolinggo – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Jual Obat Herbal Diare Anak Sampang – Situbondo – Sumenep – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Jual Obat Herbal Diare Anak Trenggalek – Tulung Agung – Batu , Malang

Cara Mengobati Diare Dalam Islam Jual Obat Herbal Diare Anak SOLO-SURAKARTA Banjarnegara – Banyumas – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Jual Obat Herbal Diare Anak Batang – Blora – Boyolali – Brebes – Cilacap – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Jual Obat Herbal Diare Anak Demak – Grobogan – Jepara – Karang Anyar -Kebumen – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Jual Obat Herbal Diare Anak Kendal – Klaten – Kudus – Magelang – Pati – Pekalongan – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Jual Obat Herbal Diare Anak Pemalang – Purbalingga – Purworejo – Rembang – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Jual Obat Herbal Diare Anak Semarang – Sragen – Sukoharjo – Tegal – Temanggung – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Jual Obat Herbal Diare Anak Wonogiri -Wonosobo

YOGYAKARTA  – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Jual Obat Herbal Diare Anak jogja – djogja – yogya – bantul – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Jual Obat Herbal Diare Anak gunung kidul – kulon progo – sleman  Cara Mengobati Diare Dalam Islam Jual Obat Herbal Diare Anak Bandung – Bekasi – Bogor – Ciamis – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Jual Obat Herbal Diare Anak Cianjur – Cirebon – Garut – Indramayu – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Jual Obat Herbal Diare Anak Karawang – Kuningan – Majalengka – Pangandaran – Purwakarta – purwokerto – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Jual Obat Herbal Diare Anak Subang – Sukabumi – Sumedang – Tasikmalaya – Cimahi – Depok – Banjar

Cara Mengobati Diare Dalam Islam Jual Obat Herbal Diare Anak JAKARTA barat kebun jeruk jakarta pusat Menteng jakarta selatan kebayoran baru jakarta timur jatinegara jakarta utara koja tangerang tigaraksa serang ciruas lebak rangkasbitung pandeglang serang cilegon tangerang selatan ciputat

Cara mengobati diare dalam islam

 

CARA MUDAH STOP DIARE PADAN BAYI / ANAK / BALITA 

Hati siapa yang tak luluh, ‘hancur’, gundah-gulana, sedih, teriris-iris, panik, bahkan emosional menghadapi si mungil penghibur hati, anak kesayangan tak hentinya buang air besar (diare) dan merintih sampai tubuhnya menyusut, lunglai tak berdaya… Lebih meresahkan lagi bila si bayi tak mau makan dan minum, apa saja yang ditelannya keluar lagi alias muntah dalam jumlah yang sama atau lebih banyak…Tak jarang menghadapi situasi demikian, khususnya kaum ibu hanya bisa bingung dan menangis… apalagi melihat buah hatinya tampak pucat, lemas dan berat badannya terasa semakin ringan… tak seperti biasanya, lincah, lucu, penuh canda, tawa dan montok… Masya Allah.

Ternyata diare juga membuat risau siapa pun yang mengalaminya, dari anak-anak sampai kakek-nenek. Kegalauan pun kian menjadi manakala seseorang harus mondar-mandir ke ‘WC’ diiringi ragam keluhan baru antara lain menurunnya nafsu makan, nyeri perut, tubuh mulai tak berdaya (lemas), area dubur mulai perih, nafas pun mulai sesak, ‘nggeliyeng’ (pusing), suhu tubuh meningkat dan lainnya.

Kecemasan terhadap diare pun kadang tak terbendung setelah mendengar dan membaca kabar serta deretan data yang menujukkan tingginya angka kematian bayi akibat derita ini. Begitu pula rangkaian informasi tersebarnya kuman, bakteri atau virus pemicu diare di lingkungan kita. Pada gilirannya banyak orang yang trauma, serta berharap derita tersebut tak terulang lagi. Alhasil kabar tentang diare ini kadang begitu menakutkan sampai membuat kita jadi ‘mules’.

Sebenarnya diare atau dalam istilah Arab disebut Al-Ishal merupakan salah satu bentuk sistem pertahanan tubuh untuk menghalau bakteri, kuman dan virus perusak yang mendekam dan ‘bermain-main’ di kawasan usus besar (Al-Qulun) DALAM BAHASA MEDIS MENJADI COLON. Diare juga bisa terjadi akibat rusak atau terganggunnya fungsi usus besar sehingga tidak bisa me­lakukan tugasnya dengan baik mengemas sisa makanan lalu membuang akibat kerusakan organ tersebut.

bagaimana cara stop diare dengan cepat

cara mengobati diare dalam islam bagaimanakan cara mengobati diare dalam islam?? inilah petunjuk nabi tentang penanganan diare pada bayi dan anak-anak. tips dan trik cara mengobati diare dalam islam solusi masalah diare jual obat diare ampuh cepat terbaik. Cara Mengobati Diare dalam Islam Jual Obat diare Ampuh JAKARTA  – SURABAYA – BANDUNG – Cara Mengobati Diare dalam Islam Jual Obat diare Ampuh BEKASI – MEDAN – TANGERANG – DEPOK – SEMARANG – Cara Mengobati Diare dalam Islam Jual Obat diare Ampuh PALEMBANG – MAKASSAR – TANGERANG SELATAN- BOGOR – Cara Mengobati Diare dalam Islam Jual Obat diare Ampuh BATAM – PEKANBARU – BANDAR LAMPUNG – MALANG – PADANG – Cara Mengobati Diare dalam Islam Jual Obat diare Ampuh DENPASAR  – SAMARINDA – BANJARMASIN – TASIKMALAYA- Cara Mengobati Diare dalam Islam Jual Obat diare Ampuh PONTIANAK-CIMAHI – BALIKPAPAN – JAMBI – Cara Mengobati Diare dalam Islam Jual Obat diare Ampuh SURAKARTA – SOLO – SERANG – MATARAM – MANADO – Cara Mengobati Diare dalam Islam Jual Obat diare Ampuh YOGYAKARTA – CILEGON – KUPANG – Cara Mengobati Diare dalam Islam Jual Obat diare Ampuh PALU – AMBON – SUKABUMI – Cara Mengobati Diare dalam Islam Jual Obat diare Ampuh CIREBON – BENGKULU – Cara Mengobati Diare dalam Islam Jual Obat diare Ampuh PEKALONGAN – KEDIRI – MADIUN – Cara Mengobati Diare dalam Islam Jual Obat diare Ampuh KENDARI – TEGAL – BINJAI – PEMATANGSIANTAR – JAYAPURA – Cara Mengobati Diare dalam Islam Jual Obat diare Ampuh BANDA ACEH – PALANGKARAYA – PROBOLINGGO – BANJARBARU – PASURUAN – Cara Mengobati Diare dalam Islam Jual Obat diare Ampuh TARAKAN – TANJUNGPINANG – GORONTALO – DUMAI – Cara Mengobati Diare dalam Islam Jual Obat diare Ampuh MADIUN  BATU – SALATIGA – PANGKAL PINANG – Cara Mengobati Diare dalam Islam Jual Obat diare Ampuh LUBUKLINGGAU – TERNATE – BITUNG – TANJUNGBALAI – TEBINGTINGGI  – Cara Mengobati Diare dalam Islam Jual Obat diare Ampuh METRO  – BONTANG  – PADANG SIDEMPUAN – Cara Mengobati Diare dalam Islam Jual Obat diare Ampuh BLITAR – LHOKSEUMAWE – SINGKAWANG – PAREPARE- LANGSA – Cara Mengobati Diare dalam Islam Jual Obat diare Ampuh BANJAR – PRABUMULIH – MOJOKERTO – Cara Mengobati Diare dalam Islam Jual Obat diare Ampuh MAGELANG –  SORONG – PALOPO – BIMA -BUKITTINGGI – BAUBAU

Adapun huru-hara atau kekacauan yang dilakukan makhluk perusak di usus besar akan meng­undang reaksi pertahanan di usus besar yang terdiri dari pasukan sel pemangsa bakteri jahat dan virus. Selain itu cadangan cairan kaya vitamin di dinding usus besar juga selalu bersiap siaga merontokkan sisa makanan yang mengeras atau melekat di dinding usus besar, sekaligus mengusir semua ‘gerombolan’ penggagu ketenangan di usus besar.

Alhasil kasus diare merupakan reaksi dari sistem yang canggih untuk melumpuhkan para pengganggu aktivitas di usus besar, lalu dibuang melalui buang air besar sampai melebihi kewajaran, yakni lebih dari 3 kali sehari.

Jumlah Musuh Terlalu banyak

Masalah yang sering terjadi dalam diare, adalah bila kedatangan musuh di usus jumlahnya jauh lebih banyak dibanding pasukan pertahanan. Lebih sengsara lagi bila daya tahan tubuh balita atau seseorang tergolong lemah atau buruk, sedikit saja ‘musuh’ yang menyerbu, tubuh pun bisa kewalahan menghadapinya.

Lebih gawat lagi biLa usus besar dalam kondisi rapuh akibat kesalahan manusia.

Dalam menghadapi gangguan di usus besar ini tentunya tubuh berkerja sesuai Sunnatullah dan sangat sistematis mengatasi serta melumpuhkan musuh sesuai kemampuan. Bahkan usaha perlawanan terhadap bibit penyakit tersebut bisa melibatkan seluruh komponen pertahanan tubuh. Artinya seluruh pasukan pertahanan tubuh bisa secara otomatis datang berbondong-bondong ke area usus besar memberikan bantuan mengusir pengacau.

Bila daya tahan balita atau seseorang cukup baik tentunya tidak akan menguras seluruh pertahanan tubuh. Tapi jika pertahanan di usus besar lemah, ditambah buruknya daya tahan tubuh tentunya pengusiran musuh lebih berat, yakni melibatkan pasukan cadangan pertahanan di luar usus besar. Ibarat negara dan rakyat yang kuat akan lebih mudah menghalau musuh, dibanding negara dan rakyat yang lemah.

Artinya dengan keterbatasan kemampuan usus besar melakukan perlawanan untuk pengusiran tersebut, tentunya akan menarik seluruh cadangan dan stok cairan dari seluruh tubuh untuk menyiram dan “menyemprot” semua perusuh di usus besar. Perjuangan tubuh dan usus besar menghalau perusuh melalui buang air besar hingga berulang kali, sampai hanya mengeluarkan cairan dan lendir saja hingga ‘musuh’ benar-benar terusir atau tubuh yang ‘menyerah’.

Bila seluruh elemen pertahanan, energi dan cairan tubuh ditarik atau dikerahkan membantu pembersihan usus besar, tuntunya bisa menggangu kinerja organ-organ tubuh yang lain yang terancam kekurangan atau kehilangan energi. Wajarlah kiranya mereka yang diare jadi lemas karena kurangnya pasokan energi, sesak nafas lantaran energi di paru-paru/jantung tersita ke usus besar, tak nafsu makan akibat lambung meradang kekurangan tenaga, badan lunglai karena cadangan energi dan cairan mengalir ke usus besar, begitu seterusnya.

Gejolak ini bisa diibaratkan sebagian besar atau seluruh pasukan sebuah negeri dikerahkan besar-besaran ke suatu daerah yang sedang dilanda kekacauan. Tentunya pengerahan pasukan tersebut akan membuat daerah yang ditinggalkan pasukannya menjadi melemah pertahanannya dan beresiko/rawan bila terjadi masalah di daerah tersebut. Alhasil, di antara pemicu utama diare adalah takaran daya tahan tubuh. Wallahu Alam

APA SAJA PENYEBAB DIARE / MENCRET ??

INILAH FAKTOR-FAKTOR PEMICU DIARE

Sedikitnya ada lima hal yang mempengaruhi pasang-surutnya daya tahan tubuh, khususnya imunitas di usus besar (kolon) atau pun pemicu diare. 

Diare atau biasa dikenal dengan mencret ada kesamaan gejalanya dengan kolera atau disentri. Kadang diare diiringi muntah dan ragam keluhan tubuh lainnya yang sifatnya sesaat bila dihadapi dengan sigap dan ditangani dengan tepat. Sedikitnya ada lima hal yang mempengaruhi pasang surutnya daya tahan tubuh, khususnya imunitas di usus besar (kolon) atau pun pemicu diare:

  1. Kebersihan (Penyebab diare karena kurangnya menjaga Kebersihan)

Kelalaian menjaga kebersihan diri, tempat tinggal dan lingkungan merupakan pemicu utama munculnya diare. Kehidupan yang kotor, kumuh, jorok hanya mengundang tumbuh suburnya ragam bibit penyakit dan menandakan kondisi yang tidak sehat. Selain itu lingkungan yang kotor, bau dan kumal adalah tempat yang« disenangi setan. Karena setan adalah makhluk paling menjijikkan dan menyukai segala yang kotor. Untuk itu ada kelompok orang muda yang hidup bebas, tampil kotor, kumal, enggan mandi dan dikenal dengan sebutan ‘undergroud’ atau menyebut dirinya ‘pengikut setan/iblis’.

Idealnya kebersihan mulai dari cara berpakaian, bersih diri, makanan dan minuman yang dikonsumsi, kebiasaan mencuci tangan sebelum makan atau menyentuh makanan dan mengurus anak adalah kegiatan sehari-hari yang sering tak disadari berpengaruh besar terhadap timbulnya diare. Lalu kebersihan tempat tinggal mulai dari kamar mandi, dapur, tempat tidur, ruang tamu dan lainnya dapat menekan segala hal yang mempengaruhi timbulnya diare. Begitu pula lingkungan tempat tinggal yang jorok, kotoran berserakan, minimnya ruang ‘hijau’ berpotensi menyuburkan tumbuh kembangnya makhluk-makhluk kecil (mikroorganisme) pemicu diare.

Lebih dari itu kebersihan bagi balita sangatlah penting, karena ‘si mungil’ ini yang sangat rentan dan rawan mengalami diare. Para orang tua wajib merawat balitanya dengan bersih dan meletakkannya di tempat yang bersih sekaligus memperhatikan segala benda di sekitarnya, mengingat bayi belum mampu mengontrol apa yang disentuh, dipegang, hinggap di tubuhnya serta kebiasaan memasukkan tanggan ke mulut. Selain itu kebersihan kuku atau kebiasaan memotong kuku merupakan perintah tersendiri, karena ternyata kuku tempat bersarangnya bibit penyakit dan ‘setan’. Untuk itulah sejak dini kaum muslim dituntut hidup bersih sebagai cermin keimanannya, karena kebersihan itu identik dengan kebaikan dan kesehatan

  1. Makanan dan Minuman Buruk (Salah satu Penyebab Utama Diare adalah karena kurangnya Memperhatikan Makanan dan Minuman yang Halal dan Toyib)

Makanan dan minuman yang buruk, apalagi tak jelas manfaat dan gizinya tentu akan berujung pada hasil atau efek yang buruk pula bagi kesehatan. Terutama, makanan dan minuman buruk yang mengandung 3p (pengawet, pemanis, dan pewarna) yang merusak usus besar. Lebih bahaya lagi makanan dan minuman yang mengandung formalin, boraks dan pestisida sangat efektif menghancurkan kolon.

Junkfood (makanan sampah) juga hanya menyisakan persoalan serius di pencernaan dan kolon, serta akan dengan mudah mencederai usus besar sehingga menjadi sarang bakteri perusak dan virus. Bila ini terjadi, betapa berat tubuh kita mengeluarkannya, apalagi bagi balita yang lemah daya tahan tubuhnya.

Boleh jadi usus besar akan ‘dijajah’ oleh sumber-sumber makanan dan minuman buruk tersebut. Selanjutnya pembuangan atau penggelontoran ragam materi perusak tubuh ini harus dilakukan berulang kali (diare).

Khusus bagi bayi/balita, makanan yang ‘dituding’ penyebab diare cukup besar adalah susu formula yang ‘mimpinya’ dijadikan pengganti ASI. Banyak pihak sepakat bahwa susu sapi untuk anak sapi – bukan untuk bayi, apalagi susu hewan ternak ini telah diolah sedemikian rupa dengan penambahan ragam unsur yang dinilai malah membebani pencernaan serta merusak keseimbangan pertumbuhan balita. Data pun menunjukkan gairah kaum ibu menyusui bayinya menurun tajam dengan berbagai alasan, dan angka penggunaan susu formula pun meroket.

Bahkan di Indonesia, bayi yang menikmati ASI eksklusif hanya 14 persen. Sementara isu tercemarnya susu formula dan makanan bayi oleh ragam bakteri berbahaya ternyata tidak menyurutkan semangat kaum ibu untuk menanggalkan ASI, dan tetap bangga menuangkan susu formula ke perut buah hatinya.

Padahal sejak dini Islam telah memerintahkan dan menuntun umatnya untuk selalu memperhatikan segala hal yang dimakan dan diminumi selain itu Al-Quran menyerukan pemberian ASI selama 2 tahun (Al-Baqarah, 2: 233).

 

3. Kerusakan Usus Besar (COLON) 

Usus besar (al-qulun) dengan panjang sekitar 1,5 meter dan lebar 6,5 cm sebagai tempat pengolahan limbah makanan dan minuman terakhir sebelum dikeluarkan lewat buang air besar (BAB) selayaknya selalu dalam keadaan sehat dan bersih. Kinerja usus besar pada prinsipnya mengolah limbah sisa makanan dengan cara memisahkan kandungan air yang kaya vitamin K & B dan sisa makanan. Proses ini ibarat kita memeras parutan kelapa, santannya dimanfaatkan dan sisa parutan dibuang. Bila organ penting dalam penyimpanan dan pengemasan limbah sebelum digelontorkan mengalami kerusakan tentu akan mengganggu proses akhirnya. Bila organ ini mengalami kerusakan (tidak sehat) tentunya kesulitan mengolah, menghancurkan serta menyerap air dari limbah yang masuk. Begitu pula cadangan cairan dan keseimbangan zat penting di usus besar – terutama kandungan asam dan basa (elektrolit) bisa terganggu. Akibatnya tentu bisa mengurangi kemampuan usus besar melumpuhkan bakteri dan virus.

Dampak negatif lainnya bagi kolon yang lemah atau rusak adalah tidak bisa menyerap air dari sisa makanan dengan baik. Di mana air tersebut akan mudah terdorong keluar bersama sisa makanan sebelum tuntas diproses. Lebih rawan lagi bila di kawasan usus besar cukup banyak ‘musuh’ (bakteri/virus) berkeliaran, sehingga tubuh juga harus kerja ekstra mengusirnya keluar, bahkan bisa berulang-ulang (diare) – sampai usus besar bersih dari pengganggu.

Repotnya juga, bila usaha mengusir pengganggu di usus besar ini sudah melibatkan bala bantuan sel pemangsa bakteri jahat dan virus serta cairan dari seluruh tubuh, sampai cadangan pasukan pertahanan dan cairan tubuh menipis lantaran menghadapi musuh dalam jumlah besar. Lebih sengsara lagi, dalam kondisi demikian asupan dan dukungan pertahanan dari makanan dan cairan sulit masuk dan meresap, atau keluar lagi melalui muntah.

Kondisi kerusakan usus besar ini bisa diibaratkan sebuah tempat penampungan dan pengemasan barang yang kondisinya buruk, atapnya bocor, dindingnya tak kokoh lagi dan mudah rontok, lantainya kotor, banyak binatang tikus, kecoa, serangga, ulat, gelap, bau, penjaganya lemah dan lainnya. Tentunya kondisi demikian tak aman lagi buat penampungan dan pengemasan barang sebelum dikirim. Bahkan bila ditampung di tempat tersebut berisiko menimbulkan masalah baru. Begitu pula tempat penampungan limbah atau sampah yang buruk kondisinya juga jadi masalah baru.

Kerusakan kolon juga banyak dipicu oleh sisa makanan dan minuman yang menempel atau melekat di dindingnya, kadang sampai berkerak sehingga mencederai organ yang lembut tersebut. Kerusakan usus besar ini bisa jadi juga akibat pola hidup dan makan serampangan serta minimnya usaha merawat dan meningkatkan daya tahan kolon dengan asupan yang bergizi secara Islami dan alami.

  1. Lalai Baca Doa (Penyebab Terjadinya Diare / Mencret Karena Tidak Membaca Doa)

Munculnya penyakit boleh jadi akibat kelalaian kita membaca doa sebelum dan sesudah melakukan. Akibat kelalaian tersebut memberiklan peluang bagi bibit penyakit menyusup ke dalam tubuh seolah tanpa penghalang, termasuk semangat setan yang selalu mengganggu dan memanfaatkan kelalaian seorang muslim berdoa.

Membaca doa sebelum dan sesudah makan dan minum merupakan amalan penting bagi kaum muslimin. Selalu ingat membaca doa ini Insya Allah memberikan proteksi (perlindungan) dari keburukan semua yang kita makan. Dengan Izin Allah Ta’ala doa dapat melemahkan, melumpuhkan serta menghalangi ragam kuman, bakteri, virus dan ragam racun yang mencemari makanan/minuman sebelum masuk tubuh kita.

Melalui doa kita selalu memohon keberkahan makanan dan minuman yang hendak kita telan, sekaligus memohon perlindungan kepada Allah dari muatan-muatan atau ‘penumpang /pembonceng gelap’ dalam makanan/minuman tersebut. Maka, dalam doa sebelum makan misalnya tersurat makna memohon keberkahan dan kebaikan dari apa yang akan kita telan sekaligus memohon perlindungan dari azab neraka. Sebab kita tidak bisa mengamati atau meneliti sedetail mungkin dengan mata telanjang apa yang kita makan dan minum, sedangkan Allah Ta’ala Yang Maha Mengetahui segala segala sesuatu sekecil apa pun. Dan Allah Maha Kuasa dan Maha Melindungi hamba-Nya dari sesuatu yang dapat menimbulkan bahaya. Sebagaimana juga doa masuk dan keluar kamar mandi sarat dengan permohonan perlindungan, mengingat WC semewah apa pun adalah markasnya setan. Bahkan betapa tuntunan berdoa ini diajarkan oleh Islam dalam semua jengkal aktivitas kehidupan, sejak dari bangun tidur hingga mau tidur.

Alhasil selalu membaca doa sebelum dan sesudah makan, Insya Allah melindungi masuknya berbagai unsur berbahaya bagi tubuh, termasuk partikel yang dapat merusak usus besar yang menyebabkan diare.

  1. ‘Ain dan Stress ( Penyebab Diare yang jarang diketahui orang adalah Ain dan StreSS)

Rasulullah menjelaskan : “Penyakit ‘ain itu memang ada. Seandainya ada sesuatu yang dapat mendahului takdir, tentu sesuatu itu adalah ‘ain.”

Sering tak disadari bahwa keluhan diare yang dialami bayi khususnya adalah akibat pandangan mata jahat yang dilakukan pendengki atau akibat sihir (jin) yang dikenal dengan istilah ‘ain. Sementara bayi tergolong rentan dan begitu lemah kondisinya, termasuk ‘serangan’ pujian yang tidak menyebut Asma Allah terhadap kemolekan atau kelucuan balita.

Untuk itu Rasulullah selalu bermunajat dan memohonkan perlindungan atas kedua cucunya, sebagaimana hadits yang diriwayatkan sahabat Ibnu Abbas m bahwasanya Rasulullah memohonkan perlindungan untuk cucunya Hasan dan Husain dengan berdoa; “Aku memohonkan perlindungan untukmu berdua dengan Kalimat- kalimat Allah yang Maha Sempurna dari setiap setan, binatang berbisa yang mematikan, dan dari setiap (pengaruh) mata yang mendatangkan kerusakan.” (HR. Imam Ahmad, Abu Dawud, An- Nasa’i).

Lain lagi dengan masalah yang satu ini, stress. Kondisi kejiwaan yang tertekan, entah cemas, gelisah, takut dan lainnya akan membuat gerakan usus tidak stabil, dan umumnya usus mengalami kecepatan atau kelambanan pergerakan. Nah, efek dari percepatan tersebut menimbulkan kecepatan pengeluaran limbah di usus besar dan berujung diare. Stress atau depresi berkepanjangan juga efektif menimbulkan kerusakan usus besar. Sedangkan stress yang menimbulkan kelambanan berdampak pada penumpukan sisa makanan di usus besar yang beresiko terjadi ‘pembusukan atau pengerasan’ sehingga menjadi sarang bibit penyakit.

Diare yang dialami anak juga bisa dipicu oleh perasaan tertekan dan takut dalam keluarga. Bisa juga diare anak akibat menahan kerinduan pada orang tua yang meninggalkannya cukup lama.

Sebaliknya selain diare, stress/ketegangan juga bisa menimbulkan sembelit atau sulit buang air. Karena stress bisa menahan laju usus dalam melakukan akitivitasnya lantaran organ tersebut mengalami ketegangan, atau usus besar kekurangan tenaga asbab energi tubuh dikuras oleh otak. Bisa juga kemacetan buang air besar akibat terganggunya produksi sumber- sumber daya tahan tubuh akibat menurunnya fungsi organ yang cenderung melemah saat stress

5 CARA AMPUH MENGATASI DIARE AGAR TAK KUNJUNG DATANG LAGI

  1. Menjaga Kebersihan

“Dan Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (QS At- Taubah, 9:108)

Sementara Rasulullah bersabda: “(Allah) itu Zatnya bersih dan Dia mencintai kebersihan, ‘(HR. Tirmidzi).

Sesungguhnya Allah mencintai hamba-Nya yang selalu menjaga kebersihan, dan selayaknya kaum muslim senantiasa hidup dalam keadaan bersih dan suci lahir dan batin. Betapa Al-Quran begitu banyak melukiskan kemuliaan kebersihan. Bagi seorang mukmin kebersihan meliputi jasmani dan rohani serta cermin keimanannya. Untuk itu layaknya kaum muslim senantiasa tampil bersih, suci/berwudhu, rumah dan lingkungannya bersih, peralatan makan minum yang ‘kinclong’, kamar mandi/WC bersih, kamar dan tempat tidur rapi dan harum, bahkan disunnahkan mengebaskan/ membersihkan tempat tidur sebelum ditiduri.

Lebih dari itu kita juga diperintahkan memotong kuku terutama setiap hari jum’at, mencabut bulu ketiak dan mencukur rambut kemaluan, serta selalu menutup wadah-wadah makanan dan minuman terutama di malam hari. Rasulullah bersabda: “Tutuplah pintu, ikatlah kendi Air, balikkan dan tutuplah bejana, serta matikanlah lentera, karena setan tidak membuka yang terkunci, tidak melepaskan ikatan, dan tidak membuka bejana. Sesungguhnya tikus cepat sekali menyebabkan api menyala di rumah manusia.”

Dalam hadits lain Rasulullah bersabda: “Tutuplah bejana, dan ikatlah geribah, karena pada setiap tahun ada satu malam (hari) yang padanya turun wabah. Tidaklah wabah itu melalui bejana yang tidak bertutup, atau geribah yang tidak bertali, melainkan wabah itu akan masuk ke dalamnya.” (HR. Muslim)

Imam An-Nawawi memahami perintah hadits tersebut mengandung hikmah bahwa penyebab utama segala penyakit adalah setan dan wabah yang turun dan menyebar lewat udara.

Sikap dan langkah terbaik menghindari kerusakan usus besar adalah kembali pada tuntunan Islam dalam pola hidup dan makan. Sebab dalam menyikapi gangguan kolon ini sebaiknya kita mengevaluasi sumber- sumber utamanya yakni menyangkut kebersihan, gaya hidup, kelalaian berdoa dan kecermatan terhadap makanan- minuman dan segala benda yang hendak ditelan.

Adapun manfaat menutup bejana dan geribah yaitu:

Pertama: Menjaga (makanan dan minuman) dari setan, karena setan tidak dapat menyingkap tutup b*! dan tidak dapat mengurai ikatan ” geribah.

Kedua: Menjaganya dari wabah yang turun pada satu malam setiap tahun.

Ketiga: Menjaga dari terkena najis dan kotoran.

Keempat: Menjaga dari berbagai serangga dan binatang melata, karena bisa saja serangga jatuh ke dalam bejana atau geribah, lalu ia meminumnya, sedangkan ia tidak menyadari keberadaan serangga tersebut, atau ia meminumnya pada malam hari, akibatnya ia terganggu dengan binatang tersebut.

Imam An-Nawawi juga menjelaskan bahwa syari’at menutup bejana dan mengikat geribah ini bukan hanya berlaku pada malam hari, akan tetapi juga berlaku pada siang hari, berdasarkan keumuman teks hadits tersebut.

Kebersihan yang tak kalah pentingnya dan Insya Allah efektif menghindarkan diare adalah membiasakan cuci tangan sebelum menyentuh makanan sebagaimana disyariatkan oleh Rasulullah . Bahkan selepas bangun tidur diperintahkan mencuci tangan. Nabi bersabda sebagaimana diriwayatkan Imam An-Nasa’i: ” Apabila salah seorang dari kalian bangun dari tidurnya, jangan mencelupkan tangannya ke tempat wudhunya sehingga dia mencuci tangannya sebanyak tiga kali, karena salah seorang dari kalian tidak tahu di mana tangannya bermalam.”

Lebih dari itu juga selalu makan dan minum dengan tangan kanan, seperti diperintahkan Rasulullah “Apabila salah seorang dari kalian makan, maka hendaklah makan dengan tangan kanan dan apabila dia minum, minumlah dengan tangan kanan. Karena setan apabila dia makan, makan dengan tangan kiri dan apabila minum, minum dengan tangan kiri.” (HR. Muslim)

Selain perintah mencuci dan menyentuh makanan/minuman, dasar kebersihan lain yang diajarkan Rasulullah adalah larangan bernafas saat minum dan meniup wadah minuman dan makanan. Sebagaiamana dinyatakan Ibnu Abbas ^ : “Sesungguhnya Nabi  melarang untuk bernafas atau meniup wadah air minum.  (HR. Tirmidzi)

Larangan bernafas dan meniup wadah minuman memberikan hikmah, bahwa ketika seseorang minum sambil menghembuskan gas dari mulut atau hidungnya sesungguhnya yang dikeluarkan gas karbon (C02) yang mencemari minuman atau wadahnya. Untuk itu larangan meneguk air lebih dari tiga kali memberikan pelajaran bahwa bila seseorang minum lebih dari tiga teguk sangat dimungkinkan bernafas.

Begitu pula tuntunan bersuci dari hadats kecil dan besar sesuai tuntunan Islam memberikan dampak kesehatan yang menakjubkan. Pendeknya kaum muslim dituntut benar-benar memerhatikan kebersihan dalam kehidupannya, dan khusus masalah kebersihan ini bisa digali lebih dalam dalam tuntunan thaharah (bersuci).

  1. Berlindung dan Berdoa Sebelum & Sesudah Makan

“Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina- dina”. (QS. Al Mu’min, 40:60)

Rasulullah bersabda: “Setiap perkara penting yang tidak dimulai bismillah (dalam riwayat lain: Dengan mengingat Allah), maka amalan tersebut terputus (kurang keberkahannya)”.

Semangat untuk selalu membaca doa sebelum dan sesudah makan/minum serta mengawali dan mengakhiri pekerjaan yang baik membuahkan setidaknya ada tiga kebaikan;

Pertama, amalan tersebut akan mengundang keberkahan dari Allah Ta’ala.

Kedua, doa menghadirkan perlindungan dan dari adanya keburukan atau bahaya dari makanan/minuman serta pekerjaan.
Ketiga, doa melindungi kita dari godaan dan intervensi setan khususnya melalui makanan dan minuman.

Dalam sebuah hadits Rasulullah juga menyatakan: “Doa itu senjata mukmin.” Dengan pembiasaan berdoa merupakan permohonan perlindungan kepada Allah Ta’ala sekaligus menjadi senjata yang ampuh bagi mukmin melumpuhkan berbagai makhluk yang berpotensi merusak kesehatan.

Kisah yang dialami sahabat Khalid Bin Walid setidaknya cukup menjadi bukti bahwa keyakinan terhadap doa yang dipanjatkan kepada Allah dapat menjadi penolong dari bahaya makanan.

Dalam riwayat yang dikeluarkan oleh al-Baihaqi, Abu Nu’aim, Thabrani, Ibnu Sa’ad dengan sanad yang shahih menyebutkan: “Khalid bin Walid tertimpa kebimbangan, mereka berkata kepadanya, “Berhati-hatilah dengan racun. Jangan sampai orang asing memberikan minum padamu,” Maka ia berkata, “Berikanlah kepadaku,” dan ia pun mengambil dengan tangannya dan membaca: “Bismillah”, lalu ia meminumnya. Maka sedikitpun tidak memberikan bahayanya.”

Ayat-ayat Allah Ta’ala dan do’a sangat efektif melumpuhkan gangguan setan dan membuat tak berdaya makhluk kecil (bakteri, kuman, virus) yang membahayakan kesehatan. Termasuk doa masuk dan keluar kamar mandi dengan izin Allah Ta’ala juga membentengi diri dari kejahatan setan dan melindungi diri dari berbagai bibit penyakit yang bersarang di kamar mandi.

Dengan demikian ayat-ayat Al- Qur’an dan doa yang dicontohkan Rasulullah merupakan senjata yang sangat canggih dan menggentarkan makhluk yang berbuat kerusakan.

Dalam surat Al-Hasyr, 59 : 21: Allah  berfirman: “Kalau sekiranya kami menurunkan Al-Qur’an Ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah- belah disebabkan takut kepada Allah. Dan perumpamaan- perumpamaan itu kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir.” Rasulullah  bersabda: “Barangsiapa menjelang sore membaca: a’udzu bikalimatillahi… sebanyak tiga kali, maka tidak akan berbahaya racun yang ada pada malam itu.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya)

atau doa lebih lengkap yang biasa dibaca untuk dzikir pagi-sore : “A’uzdu bikalimatillaahi tammati min syarri ma khalaq” (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang paripurna dari kejahatan makhluk ciptaan-Nya)

  1. Tunaikan ASI dan Makan/Minum Secara Islami “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan…” (QS. Al-Baqarah, 2:233).

Sesungguhnya memberikan ASI kepada bayi adalah perintah Allah Ta’ala Yang Maha Mengetahui kebutuhan dan kadar makhluk ciptaan-Nya. ASI merupakan makanan pokok balita sampai usia dua tahun dan tidak ada makanan yang bisa menggantikannya, apalagi menyerupai.

Artinya ASI, sebagai syariat tidak bisa digantikan oleh jenis susu apa pun, apalagi susu formula buatan manusia yang konon diambil dari binatang. Lebih bahaya lagi bila bahan tambahan pada susu formula adalah terbuat dari bahan sintetis (kimia). Untuk itu tidak ada yang perlu diragukan lagi dalam pemberian ASI, dan selayaknya menjadi dambaan serta kebahagiaan setiap ibu. Apalagi manfaat ASI begitu besar, baik sebagai makanan utama maupun perlindungan terhadap semua bibit penyakit baik bakteri maupun virus. Di samping itu ASI sangat efektif dalam pemulihan bayi pada saat atau setelah diare.

Dalam makalahnya, ahli kedokteran anak Prof. Chairuddin P. Lubis menegaskan Air susu ibu (ASI) merupakan makanan alamiah terbaik dengan komposisi yang selalu menyesuaikan kebutuhan bayi, dan selalu hadir dengan suhu yang sesuai, segar serta menyimpan pengaruh kejiwaan yang kuat antara ibu dan anak. Cairan yan diciptakan Allah Ta’ala ini mengandung zat pelindung yang dapat menghindarkan bayi dari berbagai penyakit infeksi, terutama diare.

Begitu pentingnya ASI dalam Al-Qur’an pun Allah Ta’ala mengarahkan mencari ibu susuan bila tak mendapatkan ASI dari ibunya.

Alhasil bayi yang mendapatkan ASI kecil kemungkinan terserang diare dibanding balita yang menelan susu formula. Bila toh terkena diare bayi yang menyerap ASI lebih mudah pemulihannya, mengingat daya tahan tubuh, khususnya imunitas usus besarnya jauh lebih sehat dengan dukungan kekayaan sel (makrofag) yang setia setiap saat menelan ragam bibit penyakit.

Bagi anak-anak sampai orang tua hendaknya lebih cermat dalam pemilihan dan pemilahan makanan dan minuman yang sisanya kelak akan diproses akhir di usus besar sebelum dibuang.

Dalam Surat Al-Maidah,5: 88, Allah Ta’ala berfirman: “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rizkikan kepadamu, dan bertaqwa- iah kepada Allah Yang kamu beriman kepada-Nya.”

Rasulullah telah memberikan contoh pola makan dan minum yang terpuji, di samping selalu memabaca doa, bersih dan dalam keadaan duduk, juga mengatur komposisi dan jenis makanan/minuman. Keteladanan ini berdampak besar terhadap ke­sehatan pen-cernaan khusus-nya usus besar.

Ra­sulullah sangat menjaga dan menghindari makanan yang sulit atau berat dicerna usus, dan selalu mengatur keseimbangan komposisi makanan antara yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, atau keterpaduan makanan pokok seperti gandum, daging , buah, sayur, susu dan lainnya. Lebih dari itu suhu makanan juga menjadi perhatian tersendiri, bahwa Rasulullah menghindari makanan yang terlampau panas atau dingin, dan tidak juga memadukan keduanya yang sangat membahayakan kesehatan usus.

Belum lagi makanan/ minuman yang dikonsumsi selaras dengan kesesuaian musim, juga keteladan tidak mencampurkan dua jenis sumber makanan yang berbeda, diantaranya tidak makan telur dan ikan di saat yang bersamaan, atau menghindarkan minum susu setelah makan ikan laut.

4 Merawat Kesehatan Usus Besar

Usus merupakan organ penting manusia yang bekerja ektra mengolah apa saja yang dimakan dan diminum. Untuk itu di antara keteladanan Rasulullah dalam merawat kesehatan tubuh, yang bermuara dari usus adalah melazimkan minum air madu, yakni satu sendok madu yang dilarutkan dalam satu gelas air setiap pagi setelah fajar. Di pagi hari Nabi  mengkonsumsi 7 butir kurma Ajwa, juga habbatussauda.

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang mengkonsumsi tujuh butir kurma di pagi hari (dalam riwayat lain: tujuh butir kurma Al-Aliyah / kurma ajwa), pada hari itu ia tidak akan terganggu oleh racun atau pun sihir. *

Selain itu merawat kesehatan usus besar ini bisa dilakukan dengan tidak mengkonsumsi terlalu banyak jenis makanan. Lalu melazimkan puasa, karena ibadah istimewa yang satu ini sangat efektif berfungsi membersihkan racun dalam kolon. Untuk itu mereka yang rajin puasa relatif kecil kemungkinan terserang gangguan usus besar apalagi diiringi pola makan dan minum yang Islami. Puasa juga menjadi ajang ‘refreshing’ bagi organ pencernaan.

Usaha merawat usus besar yang tak kalah penting adalah membiasakan buang air besar (BAB)dengan jongkok, bukan duduk di kloset. Karena BAB sambil duduk tidak mengeluarkan kotoran secara maksimal, sehingga dimungkinkan masih banyak yang tertinggal di usus besar. Sebagaimana juga pola kencing yang benar adalah jongkok, bukan berdiri. Karena itu di Eropa dan Amerika, negara yang penduduknya banyak melakukan BAB dengan duduk, pada umumnya banyak yang mengalami gangguan usus besar, sehingga para ahli medisnya mulai merumuskan terapi colon cleansing (pembersihan kolon).

5. Ikhlas dan Tawakal

Adapun prilaku mendasar bagi mukmin adalah selalu berusaha ikhlas dan tawakkal terhadap amal yang diperbuat maupun semua kejadian yang dialami. Dengan ikhlas dan tawakal mampu menghindarkan seseorang dari stress dan ragam ketegangan yang berpotensi mengganggu usus besar.

Allah Ta’ala berfirman dalam Surat Annisa, (4): 146: “Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama- sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar.”

Adapun dalam hal tawakal Allah berfirman:”Katakanlah: ‘Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal (At-Taubah, 9:

TERAPI HOLISTIK SAKIT DIARE

bismillahirrahmanirrahim…Untuk terapi kiranya perlu dibedakan menjadi tiga  kelompok, yakni terapi diare bayi, anak- anak dan dewasa. Walaupun secara umum gejalanya ada kesamaan, namun dalam perawatan dan tindakan ada sedikit perbedaan atas dasar usia, emosional/kejiwaan, daya tahan tubuh dan kemandirian. Sementara itu terapi yang umum dilakukan masyarakat adalah membuat cairan ‘elektrolit’, yaitu mengaduk gula dan garam dengan air.

Terapi Diare Bayi

Terapi diare bagi bayi kurang dari 2 tahun tentunya harus dibedakan antara bayi yang menyusu ASI dan bayi pengguna susu formula:

  1. Bayi ASI

Bayi yang mendapatkan ASI sejak lahir pada umumnya memiliki daya tahan tubuh lebih baik, apalagi ditunjang mutu gizi ibunya yang baik. Selain itu kecenderungan bayi ASI terserang diare juga relatif kecil/jarang. Namun bila bayi ASI ini mendapat musibah diare yang paling penting diperhatikan adalah pemberian ASI jangan sampai berkurang atau dihentikan, bahkan sebaiknya ditingkatkan guna mengimbangi cairan yang keluar.

Sepanjang bayi yang diare mau/aktif mengisap ASI, orang tua tak perlu terlalu cemas, karena diare biasanya tak berlangsung lama.

Lebih dari itu ibunya berupaya mengkonsumsi makanan dan suplemen bergizi untuk meningkatkan mutu ASI dan daya tahannya, serta kecukupan cairan. Di antara makanan penting ibu yaitu buah , sayur, daging, kacang-kacangan, susu segar, kurma, madu, habbatussauda dan lainnya.

Selain itu, yang tak kalah penting saat bayi diare adalah orang tuanya terus mendoakan (meruqyah) – asbab diare juga banyak dilatarbelakangi keracunan.

Lalu menghindari ketegangan berlebihan (stress) karena hal ini bisa mengganggu produktifitas ASI dan mempengaruhi daya tahan tubuh ibu khususnya.

Bagi bayi yang sudah mendapat makanan tambahan tak masalah dilanjutkan pemberian makanan sesuai kemampuannya. Adapun bila ingin memberikan madu, dengan mengoleskannya ulang kali dengan jari ke lidah atau bibir bayi untuk memberikan dukungan gizi dan melumpuhkan bakteri/virus Insya Allah mempercepat masa diare dan pemulihannya. Kasus diare ini tak ubahnya orang sakit, bila sudah sembuh cepat atau lambat Insya Allah tubuh akan pulih kembali. Jadi  jangan terlalu galau dengan kondisi bayi.

2. Bayi Non – ASI

Nah, mungkin bagi bayi yang tak mendapatkan ASI biasanya serangan diare lebih berat, termasuk bayi yang tak men­dapatkan ASI penuh 2 tahun, atau bayi yang hanya mendapt ASI 3 bulan, 6 bulan atau kurang dari satu tahun. Untuk itu perawatan dan tindakan bagi bayi non-ASI atau yang mendapat ASI minim yang dilanda diare antara lain gangguan nafsu makan (atau diikuti muntah) dengan cara:

  1. Berikan olahan madu asli dengan air kunyit dan minyak habbatussauda. Pengolahannya bisa dibuat dulu madu 1/2 cangkir diaduk rata dengan satu sendok teh air parasan/parutan kunyit, dan bila ada tambahkan seperempat sendok teh minyak habbatussauda. Madu dan air kunyit ditambah minyak habbatussauda diaduk rata sampai menyatu. Untuk bayi kurang dari satu tahun berikan setiap setengah jam seujung atau setengah sendok teh. Adapun bayi lebih dari satu tahun bisa diberikan satu sendok teh. Pemberian olahan herbal ini sampai diare reda dan bayi mulai mau makan/minum. Guna lebih efektif pemberian herbal ini pengaruhnya ke tubuh, hendaknya pemberian minum dan makan diberikan setelah 15 – 30 menit masuknya olahan madu tersebut.
  2. Selama diare (apalagi ada muntah) sebaiknya sementara susu formula dihindari, dan bisa diandalkan air zam-zam atau air kelapa atau air madu atau pun air yang sudah didoakan/diruqyah.
  3. Bila rasa mualnya mulai mereda bisa diberikan makanan lembut (bubur) dengan tambahan sayuran labu, bayam, wortel, timun, katuk dan sayuran ‘dingin’ lainnya. Boleh Juga pemberian sup sari daging, termasuk daging kambing dengan perpaduan Jus buah dan sayuran.
  4. Pemberian susu segar/formula bisa diberikan setelah mual dan diare mereda dengan olahan lebih encer dari biasanya. Ada baiknya mengganti susu formula dengan susu kambing segar

 

Terapi Diare Anak-Anak

Untuk terapi diare anak-anak lebih dari 2 tahun bisa menggunakan cara yang sama dengan memberikan ramuan madu, air parutan kunyit dan minyak habbatus sauda. Namun takarannya bisa diberikan 1-2 sendok teh setiap jam sampai mual dan diare mereda. Selama diare sebaiknya dihindari susu (terutama susu formula) dan makanan keras – kecuali susu kambing. Setelah 15-30 menit pemberian olahan madu, diberikan minum dan makan yang lunak agar mudah diserap dan terolah lebih ringan di perut.

Terapi Diare Dewasa

Bagi mereka yang sudah dewasa juga bisa menggunakan olahan herbal serupa dikala diare dengan metode yang sama dan takaran berbeda yaitu minum 1-2 sendok makan tiap 1/2 – satu jam sampai diare reda dan bangkitnya nafsu makan. Makan dan minum dianjurkan setelah 15 – 30 menit minum herbal. Saat diare dianjurkan memperbanyak minum untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh sekaligus mempertahankan daya tahan tubuh.

Ada juga herbal lain yang bisa diandalkan saat diare diataranya delima, kurma, daun jambu, jahe dan lainnya yang Insya Allah efektif dipadukan dengan madu dan minyak habbtaussauda dengan takaran yang disesuaikan dengan usia. Kendati pemberian agak berlebih Insya Allah tidak memberikan mudharat. Adapun pemberian air kelapa bisa dipadukan/diaduk dengan madu dan sedikit air perasan jahe.

Catatan : 1) Bila tak ada minyak habbtaussauda, cukup gunakan olahan madu dan kunyit serta boleh tambahkan sedikit garam (sejumput dengan dua jari). 2) untuk mengatasi luka di area anus oleskan zaitun, madu, minyak habbatussauda, minyak butbut atau air perasan kunyit»

 

Reaksi Mengusir Kuman pada Diare

Panjang sistem pencernaan adalah 6 kali tinggi badan atau kurang lebih 10 meter. Sangat panjang dan berliku-liku. Kita makan 3 kali sehari dan masih ditambah makanan sela. Buang air besar 1-2 kali sehari. Sehingga banyak sisa-sisa makanan yang tidak tercema yang’npenumpuk berhari-hari bahkan bertahun- tahun. Sisa makanan selanjutnya bersifat racun yang kemudian mengeras dan mengendap di dinding usus. Kondisi perut pun menjadi buncit dan kotoran cenderung berukuran kecil. Inilah awal dari gejala penyakit metabolisme.

Jumlah kotoran tertahan yang berada dalam tubuh orang yang sehat rata-rata 3-5 kilogram. Kotoran tertahan yang melekat di dinding usus ini kemudian diserap oleh lapisan mukosa dan akhirnya menuju hati. Selanjutnya terjadilah- gangguan detoksifikasi, proses metabolisme yang melambat, dan kadar racun yang semakin meningkat. Menurut Santoso, (2011) survey menunjukkan 90% penyakit yang diderita manusia saat ini bermula dari usus besar karena adanya efek timbunan racun. Apalagi pola makan saat ini yang cenderung tidak sehat, cepat saji dan penuh dengan zat tambahan yang berefek negatif. Ini sesuai hadits Nabi yang menjelaskan bahwa sumber penyakit manusia berasal dari perutnya.

mikroorganisme berbahaya yang terkandung dalam makanan dan minuman serta dari udara akan tertimbun di dalam tubuh dan menyusup ke dalam sel menjadi toksin. Selajutnya toksin atau racun- racun tersebut akan masuk kedalam  sirkulasi \peredaran darah, menyerang sistem pencernaan, sistem filtrasi dan sistem endokrin. Hasil akhirnya adalah sistem tubuh yang melemah lalu jatuh sakit.

Toksin yang terkumpul di dalam tubh adalah penyebab utama datangnya penyakit. Toksin dan kuman mulai memberi dampak ketika terlalu banyak sampah pembuangan di dalam tubuh kita yang tidak dapat dieliminasi sehingga menyebabkan tubuh kita menjadi lemah dan daya tahan tubuh menurun. Misalnya ketika kita mengalami susah buang air besar, sisa-sisa pembuangan ; yang menumpuk di dalam tubuh akan mempengaruhi fungsi sistem pencernaan,

Diare merupakan reaksi fisiologis tubuh untuk mengeluarkan kuman dan sampah metabolisme dari dalam sistem pencernaan. Perut mules adalah upaya tubuh menekan, mendorong dan membuang kuman penyakit dari dalam usus secara mekanik. Berak cair adalah upaya tubuh untuk membasahi, mengencerkan dan menggelontor kuman penyakit dari dalam usus.

Ketika kita sembuh dari diare dan masalah dehidrasi sudah teratasi, sesungguhnya saat itu sistem pencernaan kita dalam keadaan bersih dan sehat karena telah terjadi colon cleansing dan penggelontoran. Kondisi yang sama juga dialami tubuh ketika kita habis batuk, bersin dan menangis.

Jadi terapi apa yang paling baik ketika terkena diare?

Ada hasil penelitian pembanding tentang terapi diare yang hasilnya sangat mengejutkan:

A. Cairan Rehidrasi Oral CRO (masuk melalui mulut)

Sebaiknya dikonsumsi sesuai dengan rasa haus yang timbul. Dianjurkan untuk minum cairan yang mengandung glukosa dan atau sup yang mengandung banyak elektrolit. Meskipun sangat penting untuk kasus diare pada anak-anak, CRO tidak diperlukan untuk orang dewasa sehat yang terkena diare. Tidak ada bukti bahwa CRO dapat menyembuhkan atau memperpendek masa diare.

B. Absorbent

Adsorbent bekerja dengan mengikat air sehingga mengurangi cairan yang keluar bersama diare» Tetapi, selain memiliki efek samping yang rendah, adsorbent tidak memberikan banyak manfaat pada orang dewasa yang terkena diare akut.

c. Probiotik

Probiotik menghasilkan ion hidrogen yang akan menurunkan pH usus dengan memproduksi asam laktat sehingga menciptakan suasana yang tidak menguntungkan untuk pertumbuhan bakteri patogen. Produk bakteri dengan sifat imunomodulator termasuk lipopolisakarida (LPD), peptidoglikan dan lipoteichoic acid (LTA) yang dimiliki oleh Bifidobakteria dapat mengaktivasi makrofag untuk membangkitkan respon imun. Konsumsi probiotik menstimulasi respon antibodi lokal (mukosa) dan sistemik terhadap antigen. Probiotik dipercaya menstimulasi sistem imunitas, salah satu cara probiotik dapat membantu mengurangi respon inflamasi adalah dengan meningkatkan produksi sitokin antiinflamasi dan mengurangi produksi sitokin proinflamasi sehingga memperkuat barier mukosa usus. Tetapi faktanya, terbukti probiotik cukup banyak membantu meskipun digunakan sejak awal pengobatan.

D. Antibiotik

Pilihan utamanya adalah loperamide 2 mg. Anti diare lain tidak direkomendasikan karena efektivitasnya belum pasti, mula kerja yang lambat, dan potensi efek samping yang ditimbulkan. Tidak ada bukti bahwa menghambat keluarnya BAB cair akan memperpanjang penyakit. Justru telah terbukti penggunaan antidiare akan mengurangi diare dan memperpendek durasi diare

E. Antimikroba

Dianjurkan untuk orang yang bepergian dalam travel kit beserta loperamide. Quinolone direkomendasikan sebagai pilihan utama, dan pilihan berikutnya adalah cotrimoxazole.

F. Makanan

Sebaiknya konsumsi makanan padat tetap dilakukan sesuai selera. Tidak ada bukti bahwa memakan makanan padat akan menghambat penyembuhan. Makanan kecil yang ringan tetap dianjurkan. Makanan berlemak, berat, pedas, atau merangsang (kafein, termasuk yang terdapat dalam minuman yang mengandung soda), sebaiknya dihindari. Hindari laktosa di dalam makanan (seperti susu kalengan) untuk kasus diare akut yang episodenya lebih panjang.

G. Bekam

ini terapi yang belum lazim untuk diare. Merujuk pada hasil- hasil penelitian bekam yang dapat mengembalikan kondisi keseimbangan fungsi organ dan juga dapat meningkatkan jumlah sel makrofag dan limfosit maka biidznillah bekam adalah solusi terbaik untuk diare. Area yang dibekam untuk diare adalah daerah tepat dibawah mata kaki kiri dan kanan.

H. Tajin

Makanan berbentuk padat maka akan tertahan di lambung. Sedangkan tajin bisa menerobos lambung, usus halus hingga usus besar untuk memberikan cairan, elektrolit, vitamin BI dan zat-zat lain langsung pada daerah yang sakit. Wallahu A’lam

Cara Mengobati Diare Dalam Islam Petunjuk Nabi Mengatasi Diare Pada Bayi Jual Obat Herbal Diare Aceh Barat – Meulaboh – Aceh Barat Daya – Blangpidie – Aceh Besar – Kota Jantho -Aceh jaya – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Petunjuk Nabi Mengatasi Diare Pada Bayi Jual Obat Herbal Diare Calang – Aceh Selatan – tapak tuan – aceh singkil – tamiang-karang baru -aceh tengah – tekengon- aceh tenggara – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Petunjuk Nabi Mengatasi Diare Pada Bayi Jual Obat Herbal Diare kutacane – aceh timur – rayeuk – aceh utara – lhoksukan – bener meriah – simpang tiga redelong – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Petunjuk Nabi Mengatasi Diare Pada Bayi Jual Obat Herbal Diare bireuen-gayo lues-blang kejeren – nagan raya – suka makmue – pidie – sigli – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Petunjuk Nabi Mengatasi Diare Pada Bayi Jual Obat Herbal Diare pidie jaya – meureudu – simeulue – sinabang – banda aceh – langsa – lhokseumawe – sabang – subulussalam

SUMATERA UTARA Cara Mengobati Diare Dalam Islam Petunjuk Nabi Mengatasi Diare Pada Bayi Jual Obat Herbal Diare asahan – kisaran – batubara -limapuluh -dairi -sidikalang -deli serdang -lubuk pakam –Cara Mengobati Diare Dalam Islam Petunjuk Nabi Mengatasi Diare Pada Bayi Jual Obat Herbal Diare humbang hasundutan- dolok sanggul- karo -kabanjahe- labuhanbatu- rantau prapat- labuhanbatu selatan –Cara Mengobati Diare Dalam Islam Petunjuk Nabi Mengatasi Diare Pada Bayi Jual Obat Herbal Diare kota pinang- labuhanbatu utara- aek kanopan -langkat -stabat -mandailing natal –Cara Mengobati Diare Dalam Islam Petunjuk Nabi Mengatasi Diare Pada Bayi Jual Obat Herbal Diare panyabungan- nias gunung sitoli -nias barat- lahomi -nias selatan -teluk dalam- nias utara- lotu –Cara Mengobati Diare Dalam Islam Petunjuk Nabi Mengatasi Diare Pada Bayi Jual Obat Herbal Diare padang lawas -sibuhuan -padang lawas utara -gunung tua -pakpak bharat -salak- samosir- Cara Mengobati Diare Dalam Islam Petunjuk Nabi Mengatasi Diare Pada Bayi Jual Obat Herbal Diare panguruan -serdang bedagai -sei rampah -simalungun -raya -tapanuli selatan -sipirok –Cara Mengobati Diare Dalam Islam Petunjuk Nabi Mengatasi Diare Pada Bayi Jual Obat Herbal Diare tapanuli tengah- pandan -tapanuli utara -tarutung -toba samosir -balige- kota binjai -gunung sitoli –Cara Mengobati Diare Dalam Islam Petunjuk Nabi Mengatasi Diare Pada Bayi Jual Obat Herbal Diare medan -padangsidempuan -pematangsiantar- sibolga- tanjungbalai -tebing tinggi

SUMATERA BARAT Cara Mengobati Diare Dalam Islam Petunjuk Nabi Mengatasi Diare Pada Bayi Jual Obat Herbal Diare Agam- Lubuk basung -dharmasraya -pulau punjung -kepulauan mentawai – Cara Mengobati Diare Dalam Islam Petunjuk Nabi Mengatasi Diare Pada Bayi Jual Obat Herbal Diare tuapejat -lima puluh kota -sarilamak -padang pariaman- parit malintang -pasaman- lubuk  sikaping –Cara Mengobati Diare Dalam Islam Petunjuk Nabi Mengatasi Diare Pada Bayi Jual Obat Herbal Diare pasaman barat- simpang empat -pesisir selatan- painan -sijunjung -muaro sijunjung -solok –Cara Mengobati Diare Dalam Islam Petunjuk Nabi Mengatasi Diare Pada Bayi Jual Obat Herbal Diare arosuka -solok selatan- padang aro -tanah datar- batusangkar- bukit tinggi -padang -padangpanjang –Cara Mengobati Diare Dalam Islam Petunjuk Nabi Mengatasi Diare Pada Bayi Jual Obat Herbal Diare pariaman -payukumbuh- sawahlunto -solok

PENGOBATAN DIARE PADA ANAK

Lambung dan usus adalah amanah Allah Ta’ala untuk manusia. Alat pencernaan ini akan tunduk pada fungsinya yaitu memproses makanan yang masuk secara sempurna sesuai dengan tujuan Allah menciptakannya. (QS. 17 : 70).

Sebaliknya lambung dan usus akan bereaksi menolak bila ada makanan yang akan diprosesnya membahayakan atau mengandung bakteri, sehingga akan dikeluarkan dengan cepat lewat organ pencernaan bawah (diare) atau ke atas berupa muntah.

Pengertian diare adalah suatu keadaan dimana buang air besar (BAB) lebih dari 4 kafi dengan konsistensi cair dan disertai dengan sakit perut atau mulas. Penyebab diare pada umumnya karena makanan dan infeksi saluran pencernaan. Hendaknya para ibu berhati-hati dengan apa yang dikonsumsi anaknya karena itu tanggung jawabnya.

Gejala Diare

Mula – mula anak nampak gelisah, cengeng, kadang-kadang ada panas dan nafsu makan berkurang, kemudian muncul diare. Bila diare ini terus berlanjut maka, anak akan mengalami dehidrasi (kekurangan cairan ) yang ditandai dengan penurunan berat badan, kelenturan kulit berkurang/berkeriput; mata cekung, bibir, dan mulut tampak kering.

Kondisi tersebut tentunya sangat mengkhawatirkan orang tua terutama ibu, yang mungkin saja berlanjut dengan ketakutan-ketakutan yang mengakibatkan orang tua kadang- kadang langsung mengambil keputusan yang tak sejalan dengan cara pengobatan yang dianjurkan dalam Islam.

Prinsip pengobatan diare secara mandiri yang harus segera dilakukan adalah menjaga agar jangan sampai cairan yang keluar (diare/muntah) tak seimbang dengan cairan yang masuk untuk menggantinya. Apalagi bila disertai dengan peningkatan suhu tubuh (demam).

Cara pengobatan diare anak

1 Diusahakan untuk memberikan cairan sesering mungkin berupa:

ASI lebih sering. Ibu hendaknya cukup cairan dan nutrisi agar persediaan ASI-nya lebih banyak. Air zam-zam atau air putih yang dibacakan Surat Al-Fatihah. Tambahkan air kelapa, muda untuk
anak usia lebih dari 2 tahun.

2 Madu diberikan tiap 2 jam sekali, dengan takaran 1 sdt (sendok
teh) untuk anak dibawah 1 tahun. Tambahkan takaran bila usia anak lebih besar. Bila badannya panas, cairkan dengan air dingin dan bila tidak ada panas, cairkan dengan air hangat.

3 Bila muntah; cairan madu ini tetap diberikan berselang 10-15
menit setelah muntah (diulang). Disini perlu ketelatenan dan kesabaran ibu dan ayah. Tambahkan zaitun untuk menenangkan rasa mual.

4Bila diare berlanjut (lebih dari 2 hari) berikan minyak habatussauda
(3 x 2-5 tetes) atau bila 2 hari lagi belum berkurang juga, tambahkan biang kunyit yang diparut/di blender sebesar ± 1 jari dicampur air matang 1 sendok makan, disaring dan lakukan hal tersebut 3 kali sehari dicampur dengan madu. Kunyit ini bermanfaat sebagai antibiotik.

5 Bila kondisi anak tampak semakin lemah/menurun perlu pertimbangkan untuk menambah cairan melalui infus.

Perawatan Diare

  • Makanan lebih lunak dari biasa dan lebih sering; misalnya bubur dicampur kaldu daging.
  • Talbinah sangat cocok untuk menenangkan lambung.
  • Bila panas, kompres secara aktif dengan air dingin untuk menghindari
    penguapan yang mengakibatkan cairan tubuh semakin berkurang.
  • Lakukan ruqyah 3-5 kali sehari. (Ayat-ayat ruqyah
    : Al-Fatihah, ayat kursi, An-Naas, Al-Ikhlas, Al Falaq, dll.)
  • Orang tua atau ibu beristighfar sungguh-sungguh.
  • Sang ibu yang masih menyusui anaknya sebaiknya tidak makan makanan pedas dan/atau buah mentah yang masam.
  • Bila ada kembung, olesi dengan 1 bawang putih yang diparut dan dicampur dengan zaitun/ minyak kelapa (VCO), atau tempelkan daun miyana yang sudah dilayukan di atas api.
  • Anak adalah amanah Allah yang dititipkan pada orang tuanya, karena
    itu kita mengobati dan merawatnya secara bersungguh-sungguh karena
    kita akan mendapat pahala dari proses ini.
  • Takdir kesembuhan di tangan Allah yang menurunkan penyakit dan
    mengizinkan kesembuhan. Mendekat, berdo’a dan mengemislah di hadapan Allah untuk kesembuhan anak kita. Serahkan seluruhnya pada Allah saja agar orang tua tidak stress karena akan mengganggu proses
    kesungguhan perawatan.

 

Air Kelapa OBAT AMPUH ATASI DIARE KRONIS

Diare pada awalnya bersifat panas dan basah. Ini terlihat dengan terlalu aktifnya frekuensi pengeluaran cairan bersama sedikit tinja.

Namun pada kasus diare kronis, diare dapat berubah sifat menjadi dingin dan kering. Hal ini ditandai dengan hilangnya cairan tubuh secara besar- besaran dan melemahnya fungsi usus besar dalam menyerap cairan.

Penggunaan herbal untuk diare umumnya bersifat dingin dan kering atau berasa kelat dan sedikit masam. Rasa kelat ini seringkali dipengaruhi oleh zat tanin yang memiliki efek adstringen mengkerutkan). Berikut ini beberapa herbal dan makanan yang bisa diandalkan mengatasi diare:

Delima (Punica granatum)

Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima. (Ar- Rahman (55) : 68)

Delima atau rumman ada tiga macam, yaitu delima putih, delima merah, dan delima ungu. Buah delima yang manis bersifat panas dan lembab, namun delima asam justru bersifat dingin dan kering. Delima asam berguna mengobati radang usus, menghentikan buang air berlebihan akibat pengaruh obat pencahar. Selain itu delima asam berguna juga untuk mencegah muntah, melunakkan ampas makanan, meredam panas liver serta memperkuat seluruh organ tubuh. Delima yang rasanya sepat sifatnya berada di antara jenis delima manis dan delima asam.

Kulit buah dan kulit kayu tanaman delima merupakan astringen (zat pengkerut) kuat sehingga digunakan untuk pengobatan diare. Penggunaan kulit delima untuk diare adalah dengan memotong tipis – tipis kulit buah delima sebanyak 15 gram dan buah pala sejumlah 10 gram, lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan minum sehari 2 kali, masing – masing Vi gelas.

Kurma (Phoenix dactylifera)

“Barangsiapa yang menyantap setiap paginya tujuh butir kurma ‘Ajwah dari kurma ‘Aliyah (Madinah), tidak akan terkena bahaya racun dan sihir pada hari tersebut.” (Mutaffaq ‘Alaih)

Kurma matang yang telah dikeringkan atau Tamr bersifat panas pada tingakatan kedua dan lembab. Ibnu Qoyyim menyebutkan bahwa kurma dapat menguatkan liver, bagi yang telah terbiasa mengkonsumsinya dapat mencegah sembelit, meredakan radang tenggorokan, membunuh cacing. Kurma adalah buah, makanan, obat, minuman sekaligus manisan.

Kurma mengandung setidaknya unsur kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, natrium, kalium, sulfur, mangan, seng, vitamin A, vitamin BI, vitamin B2, niasin, asam folat, vitamin C, glukosa, fruktosa, protein, lemak, dan energi. Kandungan tanin dalam kurma dapat dipergunakan sebagai zat pembersih dan memiliki efek astringen. Selain itu getahnya seringkali difungsikan untuk mengobati diare. Kurma juga telah sejak lama dipergunakan dalam mengatasi keracunan akibat alkohol. Adapun penggunaan buah kurma pada saat diare yaitu dimakan buahnya seusuai dengan yang disunnahkan.

MADU (Mel depuratum)

“Hendaklah kalian menggunakan dua obat, yaitu madu dan Al-Qur’an.” (H.R. Ibnu Majah)

Madu bersifat panas. Ibnu Qoyyim mengatakan, madu dapat menetralisir kelembaban tubuh, baik dengan cara dikonsumsi ataupun dioleskan. Madu amat bermanfaat bagi mereka yang metabolismenya cenderung lembab dan dingin.

Madu mengandung air 20%, karbohidrat sekitar 80%, protein, sejumlah vitamin B kompleks, vitamin C, sodium, potassium, kalsium, magnesium, mangan, zat besi, tembaga, fosfor, dan juga belerang.

Hasil penelitian selama 7 bulan pada tahun 1981 menyatakan bahwa tingkat keberhasilan pengobatan dengan menggunakan madu di kalangan penderita diare kronis yang diteliti mencapai 83 persen. Selain itu kondisi kejiwaan dan penyakit subjek penderita yang diteliti cenderung membaik, yaitu diare menjadi hilang atau berkurang, begitu juga dengan gejala-gejala perut lainnya.

Madu dapat diminum minimal 2 sendok makan sebanyak tiga kali sehari atau lebih sering untuk kasus-kasus diare yang parah sampai gejala hilang. Penggunaan madu dapat diberikan secara tunggal atau dikombinasikan dengan herbal yang bersifat kelat dan anti mual ataupun bersama air kelapa sebagai pengganti cairan dan energi yang hilang selama diare.

Talbinah ( Triticum spp)

Dari Aisyah bahwa Rasulullah bersabda, “Hendaklah kalian mengkonsumsi makanan yang mungkin kurang enak tetapi bermanfaat, yakni bubur talbinah.” (H.R. Abu Daud). Menurut Ibnu Qoyyim, Kata talbin sendiri adalah sejenis gulai yang lembut, setara dengan susu lemak. Al-Harawi menandaskan bahwa gulai ini disebut talbin karena serupa deng-an laban (susu), putih dan lembut. Makanan ini bermanfaat bagi orang sakit, lembut dan masak benar, tidak kental dan mentah.

Talbinah adalah bubur gandum yang ditambahkan gulai daging. Talbinah yang dibuat dari sari gandum dapat dicerna secara cepat, dapat membersihkan lambung dan merupakan makanan bergizi yang lembut. Kalau diminum dalam keadaan panas, daya pembersihnya lebih kuat dan reaksinya lebih cepat, bahkan bisa meningkatkan panas tubuh alami secara maksimal, selain juga bisa lebih menyentuh dasar lambung.

Daun Jambu Biji (.Psidium guajava)

Jambu biji terdiri dari dua jenis, antara lain yang berdaging putih dan merah. Sementara daun jambu biji bersifat berasa sepat (kelat) karena banyak mengandung tanin, yaitu zat yang berfungsi sebagai adstringen (mengkerutkan).dingin dan kering. Daun jambu biji Daun jambu biji dikenai sebagai bahan pencegah dan mengurangi diare. Ekstrak atau rebusan daun jambu biji pun terbukti menghambat pertumbuhan bakteri E. Coli dan Staphylococcus aureus. Daun kering jambu biji yang digiling halus mempunyai kandungan tanin sampai sekitar 17%.

Untuk penggunaan daun jambu biji sebagai pereda diare dengan menggunakan 3 helai daun jambu biji direbus dengan 2 gelas air putih lalu direbus, lalu disaring dan diminumkan pada orang yang terkena diare. Air rebusan diminum kali sehari.

Air Kelapa (Cocos nucifera)

Air kelapa merupakan cairan paling murni kedua setelah air. Menurut Prof. DR. Made Astawan, MS, seperti yang dilansir oleh Kompas.com, secara umum air kelapa mengan-dung 2,6 persen gula, 0,55 persen protein, 0,74 persen lemak, serta 0,46 persen mineral. Jenis gula yang terkandung dalam air kelapa adalah glukosa, fruktosa, dan sukrosa.

Beberapa jenis kelapa ada yang memiliki kadar gula sebesar 3 persen pada air kelapa tua, dan 5,1 persen pada air kelapa muda. Oleh karena itu air kelapa muda lebih terasa manis daripada yang tua. Air kelapa muda mengandung tanin yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Air kelapa juga mengandung asam laurik yang juga ditemukan pada ASI. Fungsi asam ini sebagai antibakteri dan anti jamur.

Air kelapa mampu menahan cairan dan elektrolit tubuh. Air kelapa mengandung mineral yang dibutuhkan tubuh seperti sodium, potasium, klorida, kalsium, dan magnesium.

Air kelapa bisa membantu membersihkan saluran pencernaan dan mengurangi  rasa mual. Air kelapa mengandung albumen alami sehingga cocok menjadi minuman darurat pada pasien yang terinfeksi kolera. Oleh karenanya air kelapa mencegah dehidrasi akbiat diare. Dikarenakan kadar natriumnya yang rendah, sebaiknya penggunaan air kelapa ditambahkan dengan satu sendok teh garam. Upayakan perbanyak pula minum air putih – ketika melakukan pengobatan.

Kayu Manis  ( Cinnamomum burmanni)

Kulit manis atau lebih dikenal dengan kayu manis termasuk ke dalam jenis rempah-rempah yang amat beraroma, manis, dan pedas. Kayu manis telah digunakan di Mesir kuno sekitar 5000 tahun yang lalu. Kayu manis tersusun dari senyawa flanonoid, tanin, triterpenoid, saponin, dan sinamaldehid.

Penggunaan kayu manis untuk diare adalah dengan menggunakan bubuk kayu manis 1 sendok teh, kemudian bubuk kayu manis dimasukkan kedalam gelas ukuran kurang lebih 250 mililiter. Lalu seduh dengan air mendidih, aduk- aduk dan biarkan beberapa saat hingga larutan berwarna merah. Setelah hangat-hangat kuku, masukkan madu 2 sendok teh ke dalam larutan tersebut. Minum ramuan bubuk kayu manis selagi masih hangat sampai habis. Jika diare akut minumlah sehari 3-4 kali, jika ringan biasanya sekali saja sudahcukup efektif menghentikan diare.

Kunyit (Cúrcuma domestica)

Kata curcuma untuk menamakan kunir atau kunyit berasal dari bahasa Arab, yaitu Kurkum. Pada tahun 77-78 SM, Dioscorides menyebut tanaman ini sebagai Cyperus meyerupai jahe, tetapi pahit, kelat, dan sedikit pedas, tetapi tidak beracun.

Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang disebut kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetoksikumin dan bidesmetoksikurkumin. Zat- zat bermanfaat lainnya yang terkandung dalam kunyit adalah minyak atsiri. Kunyit juga mengandung lemak, karbohidrat,

protein, pati, vitamin C dan garam- garam rinineral, yaitu zat besi, fosforfdan kalsium.

Kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu karena berkhasiat menyejukkan, membersihkan, mengeringkan, menghilangkan gatal, dan menyembuhkan kesemutan. Rimpang tanaman kunyit juga bermanfaat sebagai anti inflamasi, anti oksidan, anti mikroba, pencegah kanker, anti tumor, dan menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol, serta sebagai pembersih darah.

Selain itu kunyit dapat dipergunakan untuk mengatasi diare dengan cara menggunakan rimpang kunyit segar Vi jari tangan, kemudian kapur sirih 1 sendok teh, air 1 gelas dan madu. Kunyit diiris tipis-tipis, kemudian direbus dalam 1 gelas air hingga tersisa Vx gelas. Tambahkan 1 sendok teh air kapur sirih, aduk sampai merata. Setelah dingin, airnya disaring lalu diminum. Pengobatan ini 3 kali sehari.

Ramuan alternatif dapat menggunakan kunyit sebesar Vi jari, kemudian dibersihkan lalu dibakar dan dipotong-potong. Kemudian ambil 7 helai pucuk daun jambu biji dan garam 1A sendok teh. Ramuan ini kemudian direbus dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Air rebusan disaring dan ditambahkan 3 sendok makan madu lalu diminum 2 kali sehari.

Daun Salam (Syzygium polyanthum)

Daun salam mengandung aroma minyak atsiri, zat sitral, feugenol, tanin, dan flavonida. Zat tanin bermanfaat untuk menciutkan (astringent) sehingga orang sering menggunakan daun salam untuk menghentikan diare, mengecilkan pori-pori kulit, dan mengurangi keluarnya keringat. Bagian pohon salam yang bisa dimanfaatkan sebagai obat adalah daun, kulit batang, akar, dan buahnya. Namun untuk kasus diare baiknya menggunakan daun atau kulit kayu pohon salam.

Penggunaan daun salam untuk diare dapat mempergunakan 15 helai daunnya yang masih segar, kemudian direbus  dengan 2 gelas air sampai  mendidih selama 15 menit. setelah dingin ditambahkan dengan 1/4 sendok teh garam kemudian diminum.

Singkong (Manihot utillisima)

Singkong yang juga dikenal sebagai ketela pohon atau ubi kayu adalah pohon dari keluarga Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya dimanfaatkan sebagai sayuran.

Umbi singkong memiliki kandungan kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin B dan C, dan amilum. Daun mengandung vitamin A, BI dan C, kalsium, kalori, forfor, protein, lemak, hidrat arang, dan zat besi. Sementara kulit batang, mengandung tanin, enzim peroksidase, glikosida, dan kalsium oksalat. Efek farmakologis dari singkong adalah sebagai antioksidan, antikanker, antitumor, dan menambah nafsu makan.

Bagi penderita diare dapat menggunakan daun singkong sebanyak 7 helai. Kemudian daun direbus dengan air sebanyak 800 cc hingga tersisa setengahnya. Air rebusan kemudian disaring dan diminum sebanyak 200 cc. Pengobatan ini dapat diulangi sebanyak 2 kali sehari.

Cara lain untuk menuntaskan masalah diare adalah dengan memarut satu lengan singkong, letakkan dalam saringan yang diwadahi mug. Kemudian siram parutan singkong di dalam saringan dengan air mendidih. (Tumpahkan air yang sama melalui saringan berisi parutan singkong yang sama sebanyak tiga kali), tambahkan gula merah sebagai perasa dan langsung diminum. Jika didiamkan hanya lima menit saja, maka akan menjadi kental. Ulangi ramuan tadi selama beberapa kali dalam sehari sebanyak yang dibutuhkan. (disarikan dari Majalah tabloid bekam Tb/ Berbagai Sumber)

 

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *