Gagal Bunuh diri karena Bekam dan Ruqyah

Gagal Bunuh diri karena Bekam dan Ruqyah

Gagal Bunuh diri karena Bekam dan Ruqyah | kisah ragil suligar menemukan hidayah melalui hijamah. terapi bekam untuk bunuh diri, terapi ruqyah untuk bunuh diri manfaat dan khasiat bekam hijamah untuk gangguan jin, santet, guna-guna, sihir di surabaya sidoarjo dan mojokerto jawa timur indonesia. ikutilah seminar dan pelatihan bekam steril terbaik di Surabaya Indonesia.

 

Gagal Bunuh diri karena Bekam dan Ruqyah

Gagal Bunuh diri karena Bekam dan Ruqyah surabaya Gagal Bunuh diri karena Bekam dan Ruqyah sidoarjo Gagal Bunuh diri karena Bekam dan Ruqyah mojokerto Gagal Bunuh diri karena Bekam dan Ruqyah pasuruan Gagal Bunuh diri karena Bekam dan Ruqyah gresik Gagal Bunuh diri karena Bekam dan Ruqyah indonesia Gagal Bunuh diri karena Bekam dan Ruqyah jawa timur

Dari falsafah Hidup sudah Untung menjadi SEHAT PASTI UNTUNG.

Sebuah Kisah nyata pembangkit Semangat.

Galau , Marah, Stress, Frustasi dan Depresi adalah 5 teman akrabku 10 tahun silam. Tiada hari tanpa mereka di sisiku. Hanya orang tolol sepertikulah yang mau-maunya berkawan dengan 5 jahanam seperti mereka, kuulangi sekali lagi mereka adalah Galau , Marah, Stress, Frustasi dan Depresi.

Adalah wajar jika perasaan negativ menghinggapi seorang miskin iman dan minim ilmu sepertiku jika ditimpa masalah. 5 tahun bukanlah waktu yang pendek kawan jika kau sedang dilanda kesakitan. Sebaliknya 5 tahun adalah waktu yang sangat pendek jika hari-harimu selalu dikelilingi kebahagian, semangat dan gairah.

“Berani hidup tak takut mati” itulah motto para pejuang.

“Takut mati takut hidup” itulah semboyan yang selalu ada di dadaku.

“Takut hidup mati saja” adalah pilihanku yang selalu ingin kulakukan namun selalu gagal dan sial.

Menderita lahir batinku, menjerit-jerit semua organku : Lambung, Liver, Jantung, Ginjal dan Colon. Hidup seperti Neraka, 5 jahanam tetap saja setia menemaniku, bahkan ketika aku tersenyum ke 5 jahanam itu tak mau kalah, bibirku tersenyum terang tapi hatiku menangis.

10 tahun silam tepatnya Tahun 2008 adalah tahun kegelapan bagiku, sebuah awal kisahku untuk menemukan jalan kesuksesan. Inilah kisah perjalananku seorang lelaki yang bernama Ragil suligar atau biasa dipanggil @liono. Saat itu usiaku masih teen (remaja) dimana pada umumnya remaja identik dengan kesenangan dan keindahan, Termasuk keindahan fisik yg biasa dimiliki remaja adalah tubuh bugar dalam kondisi sangat sehat. Namun kesenangan dan keindahan tersebut tak berlaku untukku dimana aku seperti Benjamin Button yang mana usianya masih muda namun tubuhnya tua renta, lemah tak berdaya.

Sudah tak terhitung jumlahnya aku berobat ke setiap ahli pengobatan. Pindah dari 1 dokter ke dokter lain sudah menjadi sego jangan (makanan harian). Mulai dari dokter umum sampai ke spesialis pernah kudatangi. Coba sebutkan ada berapa macam dokter spesialis di indonesia ini kawan? Hampir-hampir pernah kudatangi semua. spesialis THT, spesialis penyakit dalam, spesialis syaraf, spesialis urologi dll pernah kudatangi demi mendapatkan kesembuhan namun mereka semua kompak “kamu baik-baik saja gil, dari hasil cek laboratorium tidak ditemukan penyakit, kamu sehat”. Glodak, semakin stress aku, la wong aku merasa kesakitan kok dibilang sehat. Lalu aku dianjurkan ke psikolog untuk melakukan terapi psikis, kemungkinan yang sakit bukan fisikku melainkan psikisku. Ternyata sama saja aku dinyatakan sehat Cuma stress berat yang membuatku sakit, solusinya Cuma 1 yaitu Jangan stress berat. Hemmm, kacau nih orang, ngawur-ngawur aku ini stress gara-gara sakitku ga sembuh-sembuh, perut melilit-lilit seperti digigit wedus, kalau buat kencing sakit sekali rasanya nyeri dan panas. Sakit kepala dan muntah-muntah sudah kujalani hampir 5 tahun masak dibilang baik-baik saja dan gara-gara stress, wah ga bener nih orang, bilangku dalam hati.

Bosan aku keluar masuk rumah sakit, bosan aku berobat ke dokter. Aku tak mau berobat lagi, percuma saja tak menunjukan hasil positif, malah sakitku makin parah. Diam aku di kamar, memikirkan kedua ortuku yang sudah  sepuh (usia sudah lebih 70), entah sudah berapa ratus juta uang mereka habiskan demi mendapatkan kesehatan untukku. Kini sawah bapak dan emak tinggal sepetak karena yang lain sudah habis dijual untuk biaya pengobatanku. Aku merasa tak ada artinya lagi hidup, untuk apa hidup kalau tak sedikitpun menikmati kehidupan? Persetan dengan semboyan pesakitan “HIDUP SUDAH UNTUNG” saatnya bermigrasi ke semboyan “Takut hidup mati saja” alias aku harus mati. Ada Bisikan sangat kuat ditelingaku “gil, untuk apa kamu hidup? Bertahun-tahun berobat tak ada hasil malahan sawah bapak emakmu kini mau habis hanya untukmu, kini hutang ortumu menumpuk gara-gara kamu, saudaramu juga ikut susah gara-gara kamu. Sudahlah habisi saja nyawamu agar kamu tak lagi jadi benalu!!”.

Bisikan itu begitu mengerti tentangku, langsung meresap ke otak subconsciousku, otak memerintahkan mata untuk melihat tali rapia di sudut kamarku, tanpa tedeng aling-aling langsung kuraih tali rapia dengan kedua tanganku kemudian kubuat simpul leher yang menggantung di rangka kayu genteng kamarku. Kumasukkan leherku ke simpul rapia tadi dan bersiap-siap meloncat untuk menghabisi nyawaku. Hiyaa….. aku melompat dari kursi dengan leher terikat tali simpul bunuh diri. KRAKK tubuhku terjatuh di tanah, tapi anehnya aku belum mati. Ternyata sial-sungguh sial tali rapia tadi putus, tak kuat menahan beban badanku yang Cuma 40 kilogram. “Krek jangkrek, arep mati wae angelmen (krik jangkrik mau mati saja kok susah)”. Aku tak putus asa, kucoba membuat simpul yang lebih kuat, kulakukan hal yang sama seperti tadi. Saat ingin meloncat tiba-tiba perut keroncongan, terasa sangat lapar. “sudah lah bunuh dirinya ditunda dulu, makan dulu saja nanti selesai makan dilanjutkan” bisikan lain di telingaku.

selesai makan datanglah teman-teman dari kampung menjengukku, mereka adalah para pemabok dan gangster kampung. Perlu anda ketahui hampir remaja di kampungku lamongan sini adalah para pemabok, penjudi, penjambret dan pemain wanita. MO limo itu sudah biasa mereka lakukan. Kali ini mereka datang kerumahku dalam rangka menganjurkan agar aku berobat ke Tuk Kaji Bangkak. Tuk kaji bangkak adalah salah satu dukun tersohor di tempatku. Saran itu aku lakukan, di tempat tuk kaji bangkak aku diterapi dengan dibacakan mantra-mantra hong heng hong wilaheng heng hong, tubuhku diludahi, habis itu dimandikan air 7 rupa atau apalah namanya. Beberapa kali aku melakukan terapi seperti itu tetap saja tidak ada perubahan positif, justru sakitku kian parah.

Galau , Marah, Stress, Frustasi dan Depresi kelima jahanam itu semakin menjadi-jadi, bapak dan emakku sudah tak tahu apa yang harus diperbuat lagi. Ke puskesmas sudah, ke rumah sakit dan dokter sudah bahkan beberapa dokter spesialis juga sudah. Aneka obat-obatan dan jamu-jamuan juga sudah kenyang, namun kian hari kian tak ada harapan. Ke paranormal dan Tuk Kaji Bangkak juga sudah, tak tahu harus kemana lagi aku diobati. Karena Keuangan pak dan emak semakin minus, hutang semakin surplus Dikirimlah aku ke surabaya di tempat kakak pertamaku. Oleh kakakku diobatkan ke kyai kenalannya, sebut saja kyai itu namanya mukidi. katanya sih bisa mengobati sakit yang aneh-aneh. Beberapa kali aku dibawa kesana untuk diterapi yang ternyata cara pengobatannya mirip-mirip dengan metode Tuk Kaji bangkak, bedanya orang yang katanya kyai ini penampilannya sangat islami, pakai jubah dan sorban.

“oh kamu ini sakit karena disantet gil, pantes saja semua dokter tak sanggup mengobatimu, tenang saja serahkan padaku” kata mukidi. Lalu dia menulis rajah-rajah di kertas kemudian memasukkannya ke dalam botol plastik berisi air lalu membacakan jampi-jampi. “ini obatnya, diminum setiap pagi dan malam ya” perintah mukidi. Kucoba minum air campur kertas tadi, huekkk rasanya ancurrr, suruh minum air kertas MEN, ogahlah MEN, sudahlah ga bener ini pengobatan.

Kuputuskan untuk tak berobat lagi ke mukidi, beberapa kali diobati dan minum air campur kertas rajah malah mules perutku dan makin parah sakitku. Kembali lagi ada bisikan di telingaku “gil, untuk apa kamu hidup? Bertahun-tahun berobat tak ada hasil malahan sawah bapak emakmu kini mau habis hanya untukmu, kini hutang ortumu menumpuk gara-gara kamu, saudaramu juga ikut susah gara-gara kamu. Sudahlah habisi saja nyawamu agar kamu tak lagi jadi benalu!!”. Secepat kilat kuambil sepeda ontel, kukayuh ke jalan raya dengan 1 tujuan “pokoknya kalau ada truck yang melintas akan kutabrakkan tubuhku biar terlindas truck” itulah tujuannya *MATI*. “kali ini tidak boleh gagal, percobaan bunuh diri ini harus berhasil” batinku. Namun saat kucoba menabrakkan sepeda ke truck ada bisikan di telingaku untuk mengurungkan niat bunuhdiriku. Namun tak kuhiraukan bisikan baik itu, saat truck lewat dan aku siap-siap menabrak tiba-tiba ban depan meletus spontan hilang kendali dan sepeda oleng DUARR aku terjatuh di got. Truck tetap melaju dan aku tersungkur di dalam got yang bau. “Krek jangkrek, arep mati wae angelmen (krik jangkrik mau mati saja kok susah minta ampun)”.

1 bulan kemudian aku pindah ke mojokerto di rumah kakak pertamaku, disinilah aku mulai menemukan titik terang. Bermula dari sebuah majalah Hidayatulloh yang tergeletak di meja tamu. Iseng-iseng kubaca isinya ada informasi yang sama sekali baru di database otakku. *Setiap penyakit itu pasti ada obatnya* Ruqyah, hijamah, Madu itu kata kunci yang sering diulang di majalah itu. Akupun memutuskan untuk ruqyah, dan tak tahu kebetulan atau bukan ternyata aku menemukan peruqyah tepat di depan rumah kakakku di mojokerto.

Maaf ceritanya bersambung dulu ya kawan insyaalloh nanti lanjut lagi soalnya saya harus siap-siap untuk koordinasi acara bersama @ dalam seminar “Mengontrol Kolesterol & Komplikasinya; Kolesterol Tidak Perlu Ditakuti” hari Ahad/Minggu, 22 April 2018, Jam 08.00 – 15.00, di Hall A Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Biaya ga masuk akal Cuma 75ribu info pendaftaran ke @hamid arif 085731467000

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *